Kemenperin Buka Peluang Industri Sarung Goyor untuk Lapas Kelas IIB Slawi

Berita

Tanggal : 30 Januari 2020

Kemenperin buka Peluang industri sarung goyor untuk Lapas Kelas IIB Slawi

Kamis 30 Januari 2020 bertempat di Lapas kelas II B slawi
Dalam rangka kegiatan kementerian perindustrian Republik Indonesia di Tegal terkait peninjauan industri
Tenun sarung goyor, dilaksanakan pertemuan dan tinjauan terhadap Lapas Kelas IIB Slawi.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini tim kemenperin RI di dampingi oleh jajaran
dinas perindustrian kabupaten Tegal.
Sarung Goyor mempunyai
Potensi bagus, baik dan
Pemasaran  yang banyak dan mudah, akan  tetapi  Industri Sarung Goyor khususnya dikabupaten Tegal terkendal dengan
Tenaga kerja demikian sebagaimana disampaikan ibu enti nurmayanti utami dari  direktorat jenderal industri kecil menengah dan aneka Kemenperin Republik Indonesia

Dalam Ajang Temu bisnis IKM sarung, disampaikan akan ada kerjasama pengusaha dengan penyedia tenaga kerja, salah satunya adalah potensi tenaga kerja di Lembaga Pemasyarakatan. Dalam hal ini
Pengusaha membuka pelatihan kepada penyedia tenaga kerja.
Kegiatan ini dapat memberikan
Peluang tenaga yang diambil di ponpes dan lapas yang memungkinkan tersedianya banyak orang.

Terkait ketersediaan angaran kemenperin maka kegiatan ini hanya dipasilitasi  pelatihan saja, adapun untuk yang lainya disediakan oleh pengusaha sarung goyor yaitu memberikan alat pelatihan dan pemasaran produk.

Tujuan  kegiatan ini adalah untuk kerjasaman yang saling bersinergi antara kemenperin dan Lapas

Kalapas  Slawi Heru Tri sukistianto menyampaika  bahwa WBP harus  punya ketrampilan dan bisa  menghidupi diri sendiri
Sehingga dengan adanya kegiatan mereka punya upah dan tidak membebani keluarga, disamping itu petugas Lapas sebagai pengawas kerja
Petugas punya tambahan penghasilan sehingga akan menghilangkan pungli. Hal ini sejalan dengan program Lpas Kelas IIB slawi yang mencanangkan zona integritas menuju Wilayah bebas dari korupsi.
Tim humas Lapas Kelas IIB Slawi.